BALIKPAPAN – Orangtua yang mengharapkan anaknya bisa menjalani Ujian Nasional (UN) dengan tenang, sedikit dibuat cemas. Pasalnya, UN SMA/SMK dan MA yang sedianya digelar Senin (15/4) besok, harus ditunda. UN hari pertama baru digelar Rabu (17/4). Penundaan ini diharapkan tidak memecah konsentrasi para siswa. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Musyahrim mengatakan, pendistribusian soal UN dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak awal mengalami kendala. Sehingga ada sejumlah provinsi yang belum menerima soal UN hingga H-2 penyelenggaraan. Menurutnya, tahun lalu H-10 semua lembar soal sudah mulai didistribusikan dari pusat. Sehingga paling lama H-1 itu sudah sampai di daerah-daerah. Selanjutnya soal UN diserahkan ke rayon- rayon atau sub rayon. Detailnya, soal UN dikirim dari Jakarta oleh Kemendikbud ke Universitas Mulawarman (Unmul) menggunakan PT Pos Indonesia. Dari perguruan tinggi negeri terbesar di Kaltim itu, soal UN kemudian dikirim ke Disdik Kaltim. Lalu didistribusikan ke kabupaten/kota. Ia mengatakan, khusus Kaltim, justru baru daerah terpencil di Malinau, Nunukan, dan kawasan perbatasan lainnya yang mendapat jatah distribusi soal UN. “Pusat memproritaskan kawasan yang jauh dari pusat ibu kota provinsi,” imbuhnya. Musyahrim menegaskan, karena hingga kemarin belum semua daerah di Kaltim terdistribusi soal UN, maka pihaknya memutuskan untuk menunda pelaksanaan ujian tersebut. Terpisah, Kepala Disdik Samarinda Ibnu Araby menyatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima distribusi soal UN. Menurutnya, kewenangan tersebut ada ada Disdik Kaltim. “Belum ada terima. Kami hanya menunggu saja, jadi tidak ada masalah dalam hal teknis lapangan,” ujarnya. Terkait keamanan terhadap soal UN tersebut, pihaknya sudah meminta bantuan polisi dan masing-masing rayon untuk menjaganya. “Polisi sudah kami libatkan, jadi setiap sekolah atau sub rayon ada beberapa polisi yang mengawal. Intinya kami siap bekerja, hanya menunggu soal UN saja,” jelasnya. Peserta UN 2013, berdasarkan data Disdik Kaltim sebanyak 171.141 siswa untuk jenjang SD hingga SMA dan sederajat. Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Zamruddin Hasid menambahkan, ia sudah berkomunikasi dengan Panitia Pusat Pelaksanaan UN. Berdasar hasil rapat dengan Kemendikbud RI sore kemarin, pelaksanaan UN dipastikan diundur. Mata pelajaran yang mestinya diujikan Senin (15/4), dipindah menjadi Jumat. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan Selasa (16/4), dipindah Sabtu (20/4). Untuk jadwal UN pada Rabu (17/4) dan Kamis (18/4) tak mengalami perubahan. Namun demikian, penundaan ini hanya berlaku bagi 11 provinsi, di antaranya Kaltim, beberapa provinsi di Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Masalah distribusi tersebut, kata Zamruddin, akibat ada masalah pada tahap percetakan soal. Sehingga memiliki sumbangsih besar dalam telatnya pelaksanaan UN. Zamruddin menyebut, percetakan soal UN se-Tanah Air dilakukan di dua tempat. Kebetulan soal yang bakal didistribusikan ke Kaltim dicetak di percetakan yang tengah bermasalah yakni di Bogor. “Wilayah lain seperti Sumatera dan Jawa tidak bermasalah, jadi tak diundur,” ucapnya. Ditambahkannya, maskapai penerbangan juga enggan menambah beban pesawat dengan mengangkut soal UN. Itu turut mempengaruhi distribusi soal UN. Meski demikian, sebagian soal di utara Kaltim telah didistribusikan. Dipastikan Rabu mendatang soal sudah berada di daerah masing-masing. “Dokumen negara ini jika hilang bahaya,” tutur dia. Penundaan ini, baru dipastikan malam kemarin, peserta UN otomatis belum tahu pasti. Rektor juga menyadari hal tersebut, meski komunikasi masa kini serba cepat. Yang perlu diperhatikan di saat seperti ini, kata dia, peserta yang menempuh UN di daerah terpencil. “Yang di utara Kaltim itu pasti susah. Termasuk pengawas UN,” sebut dia. Seperti tahun sebelumnya, tenaga dosen di Unmul turut serta mengawasi pelaksanaan UN di daerah. Mulai kemarin, pengawas yang kebagian tempat pelaksanaan di utara Kaltim telah berangkat ke lokasi. Berbeda dengan dosen yang mengawas di daerah dekat ibu kota Kaltim, maupun yang bisa ditempuh jalur darat. “Kasihan, biaya yang dibekali cuma untuk empat hari,” ujarnya. Sementara, Kepala Disdik Balikpapan Wahyudi Irianto mengatakan, sudah mendapat kabar bahwa soal UN sudah tiba di Balikpapan malam tadi. Katanya, soal tersebut akan langsung disimpan di Kantor Disdik Balikpapan dan dijaga 24 jam oleh petugas kepolisian. Nantinya ketika pengambilan soal pada hari-H, kepala sekolah diminta menggunakan mobil untuk menjaga soal tidak rusak. AMANKAN SOAL UN Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono menjamin, pihaknya memberi pengamanan ketat dalam pelaksanaan UN. Anggota kepolisian yang bertugas menjaga UN sebanyak 147 personel, disebar ke 34 sekolah. Mereka juga mengawasi pendistribusian soal- soal UN dari Kantor Pos Balikpapan, Dinas Pendidikan dan ke sekolah. “Seluruhnya kami kawal. Saat UN berlangsung, anggota memantau. Tidak mesti terlalu terlihat, karena dikhawatirkan peserta UN jadi grogi. Setiap sekolah nantinya dijaga satu hingga dua personel,” tuturnya. Sementara, saat dikonfirmasi Mendikbud Mohammad Nuh belum berkomentar banyak soal penundaan UN di sejumlah daerah. “Besok (hari ini, Red.) kami akan menggelar konferensi pers soal perkembangan persiapan UN 2013,’’ ujar menteri asal Surabaya itu kemarin. Nuh mengatakan, siswa dan orangtua tidak perlu cemas. Dia meminta para siswa terus mempersiapkan diri menghadapi ujian tahunan itu. Mantan Menkominfo itu mengatakan, pihaknya tidak menaruh rasa khawatir jika akhirnya di sejumlah daerah menunda jadwal pelaksanaan UN. Nuh mengatakan, soal kecil kemungkinan untuk bocor meski UN ditunda. “Sebab soal di setiap provinsi berbeda-beda,” katanya. (*/byg/*/rsh/*/bby/*/aim/rom/ che)
Sumber :
Kaltimpost.co.id